Search
Close this search box.

Unhas Pastikan Mahasiswa KKN yang Dievakuasi di Pangkep dalam Kondisi Membaik

KAREBAMAKASSAR.COM – Universitas Hasanuddin (Unhas) memastikan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 yang sempat dievakuasi dari kawasan Gunung Karst Goa Kalibbong, Desa Biraeng, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, berada dalam kondisi membaik.

Kepastian tersebut diperoleh setelah mahasiswa menjalani dua kali pemeriksaan medis di rumah sakit berbeda dengan hasil laboratorium yang sama-sama menunjukkan kondisi normal, serta terus mendapatkan pendampingan dari pengelola KKN dan dosen pendamping.

Sebelumnya diberitakan pada Senin (27/7), enam mahasiswa Unhas yang sedang menjalankan KKN Tematik Inovasi Desa di Desa Biraeng, Kabupaten Pangkep dievakuasi dari kawasan Gunung Karst Goa Kalibbong. Salah seorang mahasiswa, Ine Agustin, mengalami kelelahan dan kram kaki, sehingga proses evakuasi dilakukan dengan bantuan Tim SAR Makassar. Mahasiswa kemudian dibawa ke RSUD Pangkep untuk menjalani observasi dan serangkaian pemeriksaan medis.

Berdasarkan hasil observasi dan pemeriksaan laboratorium di RSUD Pangkep, tidak ditemukan kondisi medis yang memerlukan perawatan lanjutan. Mahasiswa dinyatakan dapat kembali ke rumah pada hari yang sama. Didampingi orang tuanya, yang bersangkutan kemudian kembali ke Makassar dan tiba sekitar pukul 18.00 WITA.

Sebagai bagian dari pendampingan, sekitar pukul 18.20 WITA Tim pengelola KKN Unhas bersama Dosen Pendamping KKN (DPK) mengunjungi kediaman mahasiswa untuk memastikan kondisi kesehatannya. Tim juga menyarankan agar dilakukan pemeriksaan lanjutan di rumah sakit di Makassar sebagai langkah konfirmasi terhadap hasil pemeriksaan sebelumnya.

Kepala Subdirektorat Pembelajaran Berbasis Masyarakat pada Direktorat Pendidikan Universitas Hasanuddin, Dr. Ir. Sulaeha, SP.,M.Si., menjelaskan bahwa sekitar pukul 20.00 WITA, mahasiswa menjalani pemeriksaan di RS Pertamina Sudiang dengan didampingi orang tua dan Dosen Pendamping KKN.

“Hasil evaluasi medis menunjukkan seluruh parameter laboratorium tetap berada dalam batas normal, konsisten dengan hasil pemeriksaan di RSUD Pangkep,” kata Dr. Suleha.

Dokter menyampaikan bahwa kondisi yang dialami lebih mengarah pada kelelahan dan respons trauma pasca kejadian sehingga disarankan menjalani istirahat yang cukup untuk mendukung proses pemulihan.

Pemantauan terhadap kondisi mahasiswa terus dilakukan. Hingga Selasa (28/7) pagi, berdasarkan konfirmasi pengelola KKN kepada orang tua, kondisi Ine Agustin dilaporkan terus membaik. Pada pagi yang sama sekitar pukul 07.00 WITA, Dosen Pendamping KKN, Dr. Fauzia P. Bakti, SH, MH, juga mengunjungi Posko KKN di Kabupaten Pangkep untuk memastikan kondisi mahasiswa lainnya.

“Alhamdulillah, seluruh peserta KKN berada dalam kondisi baik dan dapat melanjutkan aktivitas sebagaimana mestinya,” kata Fauzia.

Universitas Hasanuddin terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan KKN melalui koordinasi antara pengelola KKN, dosen pendamping, tenaga kesehatan, keluarga mahasiswa, serta pihak terkait di lapangan. Pendampingan tersebut merupakan bagian dari komitmen universitas dalam memastikan keselamatan, kesehatan, dan keamanan mahasiswa selama mengikuti program KKN.

Menurut rencana, pelaksanaan KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin akan berlangsung hingga pertengahan Agustus 2026. Mahasiswa peserta KKN melaksanakan berbagai program pengabdian masyarakat, sebagai hasil dari identifikasi kebutuhan aktual di lapangan.(*)

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
WhatsApp