KAREBAMAKASSAR.COM — Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mengumumkan komitmen terbarunya untuk memberdayakan masyarakat Indonesia melalui penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam setiap operasionalnya. Langkah ini sejalan dengan visi perusahaan untuk mendukung Program Indonesia Emas 2045 dan mempercepat transformasi digital di seluruh negeri.
Sebagai bagian dari rencana ini, IOH akan fokus memperluas infrastruktur telekomunikasi di wilayah Indonesia Timur, termasuk Maluku, Papua, dan beberapa kepulauan strategis seperti Pulau Buton, Pulau Muna, Pulau Siau, dan Pulau Tahuna. Dengan penerapan teknologi AI, IOH berharap dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan.
Pada tahun 2024, di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua (Kalisumapa), peningkatan Base Transceiver Station (BTS) 4G sangat signifikan, dengan peningkatan sebesar 21 persen secara tahunan (YoY). Data ini menunjukkan komitmen IOH dalam memperluas cakupan jaringan dan meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi di wilayah tersebut.
President Director and CEO IOH, Ahmad Al-Neama, menyatakan bahwa penerapan teknologi AI ini adalah bukti nyata dari dedikasi perusahaan terhadap inklusi digital dan pembangunan ekonomi di seluruh negeri. “Kami percaya bahwa akses terhadap teknologi dan informasi adalah hak semua warga negara. Melalui investasi ini, kami berharap dapat menciptakan peluang baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah yang selama ini terpinggirkan,” ujar Ahmad.
Dengan program ini, IOH tidak hanya berusaha untuk meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi, tetapi juga memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat Indonesia Timur. Inisiatif ini diharapkan akan membawa perubahan signifikan dan mendukung cita-cita Indonesia untuk mencapai status negara maju pada tahun 2045. (*)



