Search
Close this search box.

Tim Tanggap Darurat Yayasan Tali Simpul Negeri Bergerak,Update kondisi bencana banjir dan tanah longsor Kab. Luwu

SULSEL, KAREBAMAKASSAR.COM –Rabu, 8 Mei 2024 pukul 10.56 WITA, tim tanggap darurat Yayasan Tali Simpul Negeri memberikan informasi langsung dari Posko Induk, Lapangan Andi Djemma, Kota Belopa, Kab. Luwu, Sulawesi Selatan.

Keadaan daerah terdampak bencana pada hari ini dilaporkan bahwa banjir telah surut namun tim gabungan masih melakukan upaya penanganan darurat bencana dengan melibatkan semua unsur.

Hingga saat ini, diketahui bahwa terdapat 13 korban jiwa yang meninggal dunia; 8 warga Desa Buntu Sarek, Kec. Latimojong; 4 warga Desa Poringan, Kec. Suli Barat; dan seorang warga Desa Cimpu, Kec. Suli. Selain itu, 31 jiwa sedang melakukan rawat inap karena mengalami luka-luka.
DIlaporkan pula bahwa total pengungsi sebanyak 341 jiwa yang berasal dari 3 Kecamatan yaitu,
Kecamatan Latimojong, dimana 60 jiwa mengungsi di masjid Desa Pajang dan 218 jiwa mengungsi di Kota Belopa dan Kecamatan Bajo Barat;
Kecamatan Suli, dimana 30 jiwa mengungsi di masjid Desa Malela, 25 jiwa mengungsi di masjid Desa Cimpu, dan sebagian mengungsi di rumah keluarga;
Kecamatan Suli Barat, dimana 8 jiwa dievakuasi Tim Basarnas di Desa Kaili dari wilayah terisolir menuju Kantor Desa Kaili.

Upaya-upaya yang dilakukan oleh Tim Gabungan yang berada diposko induk ialah melakukan operasi udara menggunakan helikopter milik TNI, POLRI, dan BNPB untuk mengevakuasi warga dan menyalurkan logistik di wilayah Kec. Latimojong. Pengungsi yang berhasil dievakuasi selanjutnya akan didata di posko induk untuk dilakukan assessment lebih lanjut.
Selain pendistribusian logistik melalui jalur udara, tim gabungan juga mendistribusikan logistik melalui akses darat menuju Kec. Latimojong menggunakan kendaraan Jeep 4×4 milik IOF Pencab Luwu.

Diperkirakan kurang lebih 3.360 jiwa pada 12 Desa di Kec. Latimojong masih terisolir akibat akses jalan darat yang masih tertimbun material longsor. Selain itu, jaringan instalasi air bersih di wilayah terdampak banjir masih lumpuh dan belum dapat digunakan.
Berikut ini merupakan kebutuhan mendesak yang dibutuhkan oleh pengungsi:

Makanan siap saji

Air bersih

Selimut

Terpal

Tikar

Obat-obatan

Perlengkapan bayi

Perlengkapan wanita dewasa

Vitamin

Air mineral

Sarung

Ikan Kaleng

Penerangan lilin atau lampu

Telur

Beberapa bahan makanan

Saat ini, kendala yang dihapadi oleh tim gabungan adalah cuaca pada lokasi terdampak, dimana cuaca tidak menentu dan masih sering terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Selain itu, akses jalan darat menuju Kec. Latimojong yang terdampak tanah longsor masih putus dan terisolir.

Terus ikuti berita dan perkembangan kondisi terntang bencana banjir dan tanah longsor pada Kab. Luwu, Sulawesi Selatan pada media Yayasan Tali Simpul Negeri.
Instagram – @talisimpulnegeri
Website – www.talisimpulnegeri.or.id

Persiapan Menghasilkan Harapan, Tali adalah Harapan

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
WhatsApp