<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pendidikan &#8211; Kareba Makassar</title>
	<atom:link href="https://www.karebamakassar.com/category/pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.karebamakassar.com</link>
	<description>Situs Berita Terbaru &#38; Teraktual</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Aug 2026 01:12:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.karebamakassar.com/wp-content/uploads/2024/02/favicon-150x150.png</url>
	<title>Pendidikan &#8211; Kareba Makassar</title>
	<link>https://www.karebamakassar.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>TIM PKM-PM Unhas Gelar This Is Our Moment dalam Rangkaian Program Valorise Future</title>
		<link>https://www.karebamakassar.com/6142/tim-pkm-pm-unhas-gelar-this-is-our-moment-dalam-rangkaian-program-valorise-future-tim-program-kreativitas-mahasiswa-bidang-pengabdian-kepada-masyarakat-pkm-pm-universitas-hasanuddin-unhas-menggel/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2026 01:11:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.karebamakassar.com/?p=6142</guid>

					<description><![CDATA[KAREBAMAKASSAR.COM &#8212; Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar This Is Our Moment sebagai bagian dari rangkaian program Valorise Future: Penguatan Self-Efficacy Anak Putus Sekolah di Kampung Karabba melalui Experiential Play-Based Learning dengan Media Keterampilan Dasar dan Kreativitas, Jumat (7/8). Kegiatan yang berlangsung di Kampung Karabba, Kecamatan Tallo, Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KAREBAMAKASSAR.COM</strong> &#8212; Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar This Is Our Moment sebagai bagian dari rangkaian<br />
program Valorise Future: Penguatan Self-Efficacy Anak Putus Sekolah di Kampung Karabba<br />
melalui Experiential Play-Based Learning dengan Media Keterampilan Dasar dan Kreativitas,<br />
Jumat (7/8).</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung di Kampung Karabba, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, menjadi<br />
momentum untuk mengapresiasi perjalanan peserta selama mengikuti rangkaian program. This Is Our Moment dirancang sebagai ruang untuk mengenang berbagai proses, pengalaman, dan pembelajaran yang telah dilalui bersama selama pelaksanaan Valorise Future.</p>
<p>Program Valorise Future merupakan program yang berfokus pada penguatan self-efficacy anak<br />
putus sekolah melalui pendekatan Experiential Play-Based Learning. Pendekatan tersebut<br />
memadukan pengalaman langsung dengan aktivitas bermain untuk mengembangkan keterampilan dasar dan kreativitas peserta.<br />
Selama program berlangsung, peserta mengikuti berbagai aktivitas yang mendorong mereka untuk berani mencoba, menyampaikan pendapat, bekerja sama, menyelesaikan tantangan, serta mengenali kemampuan yang dimiliki. Setiap kegiatan dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memberikan ruang bagi peserta untuk berkembang sesuai<br />
potensinya.</p>
<p>This Is Our Moment menjadi salah satu momen yang memperlihatkan bahwa perjalanan program tidak hanya diisi dengan proses belajar, tetapi juga pengalaman yang membangun kedekatan antara peserta dan tim pelaksana. Dalam kegiatan tersebut, tim bersama peserta dan orang tua yang hadir mengingat kembali perjalanan yang telah dilalui sejak awal program.<br />
Ketua Tim Valorise Future, Sri Ayu Arista, mengatakan bahwa setiap proses dalam program<br />
memiliki makna tersendiri bagi peserta maupun tim pelaksana.</p>
<p>“This Is Our Moment menjadi pengingat bahwa setiap proses yang telah dilalui memiliki arti. Kami ingin anak-anak melihat bahwa keberanian untuk mencoba, belajar, dan terus berproses merupakan pencapaian yang patut mereka banggakan,” ujarnya.</p>
<p>Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi tim untuk menyampaikan apresiasi kepada pihakpihak yang telah mendukung keberlangsungan Valorise Future. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam membantu tim menjalankan berbagai rangkaian kegiatan di Kampung Karabba.</p>
<p>Perjalanan Valorise Future belum sepenuhnya berakhir. Setelah kegiatan This Is Our Moment, tim akan melaksanakan post-test sebagai tahap evaluasi akhir untuk melihat perubahan yang terjadi setelah seluruh rangkaian pendampingan. Selain itu, Training of Trainers (ToT) juga akan<br />
dilaksanakan sebagai bagian dari tahapan akhir program.</p>
<p>“Semoga apa yang telah dibangun selama program tidak berhenti di sini. Kami berharap anakanak tetap membawa semangat untuk belajar, berani mencoba, dan percaya bahwa mereka memiliki kemampuan untuk meraih apa yang mereka impikan,” ujar Mahasiswa Unhas tersebut.</p>
<p>Melalui This Is Our Moment, Valorise Future menandai satu tahap penting dari perjalanan<br />
pendampingan di Kampung Karabba. Lebih dari sekadar akhir kegiatan, momentum tersebut<br />
menjadi pengingat atas proses belajar, keberanian, dan pengalaman yang telah tumbuh bersama selama program berlangsung (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PAIR Summit 2026 di Unhas, Kemdiktisaintek Dorong Riset Berdampak untuk Masyarakat Pesisir</title>
		<link>https://www.karebamakassar.com/6095/pair-summit-2026-di-unhas-kemdiktisaintek-dorong-riset-berdampak-untuk-masyarakat-pesisir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2026 00:13:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemdiktisaintek Dorong Riset Berdampak untuk Masyarakat Pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[PAIR Summit 2026 di Unhas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.karebamakassar.com/?p=6095</guid>

					<description><![CDATA[KAREBAMAKASSAR.COM &#8212; Perubahan iklim menjadi tantangan yang tidak dapat diselesaikan oleh satu negara maupun satu disiplin ilmu. Berangkat dari semangat tersebut, Partnership for Australia-Indonesia Research (PAIR) Annual Meeting 2026 mempertemukan peneliti, pemerintah, perguruan tinggi, pelaku industri, dan mitra pembangunan dari Indonesia dan Australia untuk memperkuat kolaborasi riset dalam menghasilkan solusi berbasis sains bagi masyarakat. Direktur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KAREBAMAKASSAR.COM</strong> &#8212; Perubahan iklim menjadi tantangan yang tidak dapat diselesaikan oleh satu negara maupun satu disiplin ilmu. Berangkat dari semangat tersebut, Partnership for Australia-Indonesia Research (PAIR) Annual Meeting 2026 mempertemukan peneliti, pemerintah, perguruan tinggi, pelaku industri, dan mitra pembangunan dari Indonesia dan Australia untuk memperkuat kolaborasi riset dalam menghasilkan solusi berbasis sains bagi masyarakat.</p>
<p>Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., menegaskan, paradigma riset perlu bergeser dari sekadar menghasilkan luaran akademik menuju penelitian yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Di tengah kompleksitas persoalan perubahan iklim, keberhasilan sebuah riset tidak lagi hanya diukur dari jumlah publikasi, tetapi dari kemampuannya menjawab kebutuhan pembangunan melalui kebijakan dan implementasi yang berbasis bukti _(evidence-based policy)_.</p>
<p>Fauzan menjelaskan bahwa orientasi tersebut mulai terlihat melalui berbagai penelitian yang dikembangkan dalam konsorsium PAIR. Sejumlah hasil penelitian telah menunjukkan kontribusi nyata dengan menjadi rujukan dalam proses penyusunan kebijakan di tingkat daerah. Hal tersebut, menurutnya, membuktikan bahwa penelitian mampu melampaui ruang akademik dan menjadi bagian dari upaya menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.</p>
<p>&#8220;Inilah yang kami maksud sebagai _impact_, yang tidak hanya berarti memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga mampu menjadi rujukan dan memberikan manfaat bagi pemerintah dalam proses pengambilan kebijakan,&#8221; jelas Dr. Fauzan.</p>
<p>Dirinya berharap, para peneliti tidak hanya berfokus pada proyek masing-masing, tetapi membangun keterhubungan antar riset sehingga setiap penelitian dapat saling melengkapi. Dengan kolaborasi lintas disiplin dan lintas institusi, berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, termasuk perubahan iklim dapat dipahami secara lebih utuh sekaligus melahirkan inovasi yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Dr. Fauzan menekankan pentingnya pemahaman terhadap konteks lokal dalam setiap penelitian. Setiap tim peneliti perlu memiliki pemetaan yang jelas mengenai wilayah dan kelompok masyarakat yang akan menerima manfaat dari hasil penelitian atau _pathway to impact_. Pendekatan tersebut menjadi langkah penting agar implementasi hasil riset telah dirancang sejak awal dan mampu memberikan manfaat yang terukur.</p>
<p>&#8220;Harapan kami adalah agar kolaborasi yang telah terbangun menjadi semakin kuat. Sulawesi merupakan penggagas program ini, tetapi ke depan kami ingin menjadikannya lebih inklusif bagi pembangunan di Maluku dan Papua. Melalui keberhasilan konsorsium di Indonesia Timur, kami berharap model ini dapat diperluas ke wilayah lain sehingga memberikan dampak yang semakin besar,&#8221; tambah Dr. Fauzan.</p>
<p>Selain memastikan keberlanjutan dukungan terhadap PAIR, Kemdiktisaintek juga mendorong para peneliti memanfaatkan _International Research Partnership Program_ untuk memperkuat kemitraan dengan institusi luar negeri. Program tersebut diharapkan dapat memperluas jejaring kolaborasi, mendukung mobilitas akademik, serta meningkatkan diseminasi hasil penelitian Indonesia pada forum-forum ilmiah internasional.</p>
<p>Pandangan tersebut diperkuat oleh Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., yang menilai perubahan iklim merupakan persoalan lintas batas dengan dampak paling nyata dirasakan oleh masyarakat pesisir. Kenaikan muka air laut, abrasi pantai, perubahan pola cuaca, hingga menurunnya kualitas ekosistem laut menjadi tantangan yang tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi ataupun satu disiplin ilmu.</p>
<p>&#8220;Tema mengenai perubahan iklim dan masyarakat pesisir mengingatkan kita bahwa nilai sebuah penelitian tidak hanya diukur dari publikasi ilmiah, tetapi juga dari sejauh mana penelitian tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sejalan dengan semangat Kampus Berdampak, kami berharap setiap riset benar-benar menghadirkan manfaat yang bermakna bagi masyarakat,&#8221; jelas Prof. JJ.</p>
<p>Menurutnya, masyarakat pesisir merupakan kelompok yang berada di garis depan menghadapi dampak perubahan iklim karena perubahan tersebut secara langsung memengaruhi mata pencaharian, ketahanan pangan, hingga keberlanjutan kehidupan sosial dan budaya mereka. Oleh karena itu, kolaborasi seperti PAIR menjadi ruang strategis untuk mempertemukan peneliti, pemerintah, perguruan tinggi, pelaku industri, dan masyarakat dalam menghasilkan solusi berbasis sains yang dapat diterapkan melalui kebijakan dan aksi nyata.</p>
<p>Unhas dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan PAIR Annual Meeting 2026 yang berlangsung di Ballroom Unhas, Makassar, Selasa (21/7). Kepercayaan tersebut tidak terlepas dari keterlibatan aktif Unhas sebagai salah satu institusi dalam konsorsium PAIR Sulawesi yang selama ini mengembangkan berbagai penelitian kolaboratif bersama mitra di Indonesia dan Australia.</p>
<p>Partnership for Australia-Indonesia Research (PAIR) Annual Meeting 2026 merupakan program unggulan Australia-Indonesia Centre (AIC) yang didanai bersama oleh Pemerintah Australia dan Indonesia. Kegiatan ini menghadirkan peneliti dari sepuluh universitas di Indonesia dan Australia bersama sembilan perguruan tinggi di Sulawesi untuk mempresentasikan hasil penelitian mengenai dampak perubahan iklim terhadap masyarakat pesisir di Indonesia Timur sekaligus memperkuat kolaborasi riset lintas negara. (*/)</p>
<p>Makassar, 22 Juli 2026</p>
<p>Kepala Sub Direktorat<br />
Hubungan Masyarakat dan Dokumentasi<br />
Direktorat Komunikasi Universitas Hasanuddin</p>
<p>_Ishaq Rahman_</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keren! Belum Lulus, 13 Mahasiswa D3 Teknik Kardiovaskular UNIMERZ Sudah Direkrut RS Jantung Hasna Medika Kuningan</title>
		<link>https://www.karebamakassar.com/6090/keren-belum-lulus-13-mahasiswa-d3-teknik-kardiovaskular-unimerz-sudah-direkrut-rs-jantung-hasna-medika-kuningan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2026 05:02:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[13 Mahasiswa D3 Teknik Kardiovaskular UNIMERZ]]></category>
		<category><![CDATA[Keren! Belum Lulus]]></category>
		<category><![CDATA[Kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[RS Jantung Hasna Medika]]></category>
		<category><![CDATA[Sudah Direkrut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.karebamakassar.com/?p=6090</guid>

					<description><![CDATA[KAREBAMAKASSAR.COM &#8212; 16 Juli 2026. Sebanyak 13 mahasiswa aktif Program Studi D3 Teknik Kardiovaskular (TKV) Universitas Megarezky (UNIMERZ) berhasil mengamankan pekerjaan di PT Hasna Medika Bakti Cirebon, dalam hal ini RS Jantung Hasna Medika Kuningan meski belum menyelesaikan masa studi. Mereka dinyatakan lolos setelah mengikuti Walk In Interview dan Penjaringan Beasiswa Mahasiswa yang diselenggarakan Universitas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong>KAREBAMAKASSAR.COM</strong> &#8212; 16 Juli 2026. Sebanyak 13 mahasiswa aktif Program Studi D3 Teknik Kardiovaskular (TKV) Universitas Megarezky (UNIMERZ) berhasil mengamankan pekerjaan di PT Hasna Medika Bakti Cirebon, dalam hal ini RS Jantung Hasna Medika Kuningan meski belum menyelesaikan masa studi. Mereka dinyatakan lolos setelah mengikuti Walk In Interview dan Penjaringan Beasiswa Mahasiswa yang diselenggarakan Universitas Megarezky bekerja sama dengan RS Jantung Hasna Medika Kuningan, Jawa Barat.</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Gedung E Universitas Megarezky tersebut diikuti oleh mahasiswa aktif dan alumni Program Studi D3 Teknik Kardiovaskular. Sebanyak tiga angkatan, yakni 2023, 2024, dan 2025, mengikuti proses rekrutmen yang dilakukan langsung oleh tim PT Hasna Medika Bakti Cirebon.</p>
<p>Dari rangkaian seleksi yang dilaksanakan, 13 mahasiswa aktif Universitas Megarezky berhasil dinyatakan lolos dan diterima bekerja di bawah naungan PT Hasna Medika Bakti Cirebon. Capaian ini menjadi bukti nyata kualitas lulusan dan mahasiswa Universitas Megarezky yang mampu bersaing serta memenuhi kebutuhan industri kesehatan bahkan sebelum menyelesaikan pendidikan.</p>
<p>Program ini merupakan salah satu implementasi Diktisaintek Berdampak yang mempertemukan mahasiswa dengan dunia industri sejak masih berada di bangku kuliah. Selain mengikuti proses wawancara kerja, peserta juga memperoleh informasi mengenai peluang beasiswa pendidikan, pengembangan kompetensi, hingga jenjang karier di lingkungan RS Jantung Hasna Medika Kuningan.</p>
<p>Dalam sambutannya, Rektor Universitas Megarezky, Prof. Dr. H. Anwar Ramli, S.E., M.Si., mengapresiasi semangat mahasiswa yang mengikuti proses rekrutmen tersebut. Menurutnya, kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan sebagai langkah awal membangun masa depan.</p>
<p>&#8220;Kehadiran teman-teman dari PT Hasna Medika Bakti Cirebon di sini adalah bukti semangat untuk terus belajar dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Persaingan saat ini semakin ketat, karena itu jangan pernah berhenti meningkatkan kompetensi. Saya yakin kalian akan menjadi manusia yang berguna di masa depan. Jadilah manusia yang bermanfaat bagi sesama, karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,&#8221; ujar Prof. Anwar Ramli.</p>
<p>Ia juga menyampaikan apresiasi kepada RS Jantung Hasna Medika Kuningan yang telah memberikan kepercayaan kepada Universitas Megarezky sebagai mitra dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang kesehatan.</p>
<p>Sekretaris Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Mega Rezky, Siti Nurul Halisa, S.I.Kom., M.Sc., mengatakan bahwa capaian tersebut menjadi bukti nyata kualitas pendidikan yang dimiliki Universitas Megarezky, khususnya Program Studi D3 Teknik Kardiovaskular.</p>
<p>&#8220;Fakta bahwa mahasiswa D3 Teknik Kardiovaskular Universitas Megarezky direkrut sebelum lulus merupakan pencapaian yang sangat membanggakan. Ini membuktikan bahwa kualitas pendidikan yang kami bangun mampu menjawab kebutuhan dunia kerja. Kehadiran PT Hasna Medika Bakti Cirebon yang datang langsung ke Universitas Megarezky untuk merekrut calon tenaga profesional merupakan bentuk kepercayaan yang sangat berarti bagi kami. Semoga kolaborasi ini terus berkembang, memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, serta membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa Universitas Megarezky di masa mendatang,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Manager SDM Holding PT Hasna Medika Bakti Cirebon, Alfians Nugraha, S.H., M.M., menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya mencari calon tenaga kerja, tetapi juga talenta terbaik yang siap berkembang bersama Hasna Medika.</p>
<p>&#8220;Kami hadir tidak hanya untuk melakukan rekrutmen, tetapi juga mencari talenta-talenta terbaik yang siap berkembang bersama Hasna Medika. Kami berharap mahasiswa dan alumni Universitas Megarezky dapat menunjukkan kompetensi, semangat belajar, dan profesionalisme sehingga dapat menjadi bagian dari keluarga besar RS Jantung Hasna Medika Kuningan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Adapun nama-nama mahasiswa D3 Teknik Kardiovaskular yang diterima di PT Hasna Medika Bakti Cirebon yakni:</p>
<p>1. Hafifah Naila Boften ( B1F123001)<br />
2. ⁠Zahra Ramadhani (B1F123003)<br />
3. ⁠Lindsay Sambira (B1F123005)<br />
4. ⁠Triyon Putradi Samawati (B1F123026)<br />
5. Alifiah audina alim (B1F123022)<br />
6. Muhammad Rafly Iqbal Iskandar (B1F123037)<br />
7. Muhammad Ikram (B1F123013)<br />
8. ⁠muhammad apriansyah saputra (B1F123035)<br />
9. ⁠Zamrah Azzahra (B1F123008)<br />
10. ⁠Rifqah Zalzabitah Alzazarin (B1F123023)<br />
11. ⁠Sri Nanda Banggoi (B1F123009)<br />
12. Maria Agnesia Fahik (B1F123030)<br />
13. Thalieta Charista Suripatty (B1F123031)</p>
<p>Keberhasilan 13 mahasiswa tersebut semakin memperkuat komitmen Universitas Megarezky dalam menghasilkan lulusan yang unggul, kompetitif, dan siap memasuki dunia kerja. Melalui kolaborasi yang terus dibangun dengan berbagai mitra industri, Universitas Megarezky berharap semakin banyak mahasiswa memperoleh kesempatan mengembangkan karier, meningkatkan kompetensi, serta berkontribusi sebagai tenaga kesehatan profesional di berbagai institusi layanan kesehatan di Indonesia. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel Antar Unhas Raih Apresiasi KPP Madya Makassar</title>
		<link>https://www.karebamakassar.com/6069/tata-kelola-keuangan-yang-akuntabel-antar-unhas-raih-apresiasi-kpp-madya-makassar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 07:57:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel Antar Unhas Raih Apresiasi KPP Madya Makassar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.karebamakassar.com/?p=6069</guid>

					<description><![CDATA[KAREBAMAKASSAR.COM  &#8212; Di tengah peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat, terdapat kontribusi lain yang tidak kalah penting bagi pembangunan nasional, yakni melalui kepatuhan dan kontribusi terhadap penerimaan negara. Bagi perguruan tinggi berbadan hukum, tata kelola keuangan yang baik merupakan instrumen strategis dalam menjaga keberlanjutan institusi. Pengelolaan anggaran yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>KAREBAMAKASSAR.COM</strong></em>  &#8212; Di tengah peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat, terdapat kontribusi lain yang tidak kalah penting bagi pembangunan nasional, yakni melalui kepatuhan dan kontribusi terhadap penerimaan negara.</p>
<p>Bagi perguruan tinggi berbadan hukum, tata kelola keuangan yang baik merupakan instrumen strategis dalam menjaga keberlanjutan institusi. Pengelolaan anggaran yang transparan, pelaporan keuangan yang andal, serta kepatuhan terhadap regulasi fiskal menjadi fondasi penting dalam mendukung pelaksanaan pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, kontribusi terhadap sistem perpajakan nasional merupakan bagian dari tanggung jawab institusi dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.</p>
<p>Komitmen tersebut mengantarkan Universitas Hasanuddin (Unhas) menerima penghargaan dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Makassar sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya sebagai pembayar pajak besar tahun 2025 serta partisipasi aktif dalam pemenuhan kewajiban perpajakan.</p>
<p>Penghargaan diserahkan oleh Kepala Seksi Pengawasan I KPP Madya Makassar, Damayanti, kepada Unhas di sela kegiatan Workshop Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi Semester I Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Keuangan Unhas.</p>
<p>Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Keuangan Unhas, Prof. Subehan, S.Si., M.Pharm.Sc., Ph.D., Apt., menyampaikan, tata kelola keuangan merupakan salah satu pilar utama dalam membangun institusi pendidikan tinggi yang unggul. Akuntabilitas pengelolaan keuangan adalah prasyarat penting dalam menjaga kepercayaan publik sekaligus mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.</p>
<p>&#8220;Penghargaan ini menunjukkan bahwa tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan patuh terhadap regulasi merupakan fondasi penting dalam membangun universitas riset yang kredibel, dipercaya publik, dan berkelanjutan. Komitmen ini akan terus kami perkuat untuk mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi,&#8221; jelas Prof. Subehan.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Damayanti menjelaskan bahwa Unhas merupakan salah satu institusi yang memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan pajak di wilayah kerja KPP Madya Makassar. Selama beberapa tahun terakhir, kontribusi tersebut terus menunjukkan tren positif yang diikuti dengan peningkatan kualitas administrasi perpajakan di lingkungan universitas.</p>
<p>Penghargaan yang diberikan tidak hanya didasarkan pada besarnya kontribusi fiskal, tetapi juga pada konsistensi institusi dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Kepatuhan administrasi yang terus meningkat menjadi indikator penting dalam menciptakan tata kelola organisasi yang sehat dan berintegritas.</p>
<p>&#8220;Kami juga melihat peningkatan kepatuhan dalam pemenuhan kewajiban perpajakan, termasuk penyampaian SPT Tahunan yang semakin baik. Kombinasi keduanya mencerminkan budaya tata kelola institusi yang semakin matang, transparan, dan bertanggung jawab,&#8221; jelas Damayanti.</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung di Aula Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Universitas Hasanuddin, Senin (6/7), diikuti sekitar 21 peserta yang merupakan pengelola keuangan dan perbendaharaan dari berbagai unit kerja di lingkungan Unhas.</p>
<p>Selain menjadi forum penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi Semester I Tahun Anggaran 2026, Workshop ini juga memperkuat sinergi antara Unhas dan KPP Madya Makassar dalam membangun budaya tata kelola keuangan yang semakin efektif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada keberlanjutan institusi. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wakil Wali Kota Makassar Tutup UCMAS National Competition 2026, Dorong Makassar Jadi Tuan Rumah Agenda Nasional Tahunan</title>
		<link>https://www.karebamakassar.com/6046/wakil-wali-kota-makassar-tutup-ucmas-national-competition-2026-dorong-makassar-jadi-tuan-rumah-agenda-nasional-tahunan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2026 03:51:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dorong Makassar Jadi Tuan Rumah Agenda Nasional Tahunan]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Wali Kota Makassar Tutup UCMAS National Competition 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.karebamakassar.com/?p=6046</guid>

					<description><![CDATA[KAREBAMAKASSAR.COM – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, secara resmi menutup sekaligus menyerahkan Piala Juara Umum pada Lomba Nasional UCMAS Indonesia 2026 dan Lomba Matematika Tingkat TK-SD se-Kota Makassar, yang berlangsung di Ballroom B-C Four Points by Sheraton Makassar, Minggu (28/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Aliyah Mustika Ilham menyerahkan piala kepada para juara umum. Kegiatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KAREBAMAKASSAR.COM</strong> – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, secara resmi menutup sekaligus menyerahkan Piala Juara Umum pada Lomba Nasional UCMAS Indonesia 2026 dan Lomba Matematika Tingkat TK-SD se-Kota Makassar, yang berlangsung di Ballroom B-C Four Points by Sheraton Makassar, Minggu (28/6/2026).</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Aliyah Mustika Ilham menyerahkan piala kepada para juara umum.</p>
<p>Kegiatan berskala nasional ini diikuti sekitar 800 peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang bertanding pada sejumlah kategori, termasuk Grand Level Aljabar serta kategori lainnya.</p>
<p>Para peserta berasal dari jenjang TK, SD, hingga tingkat lanjutan, didampingi oleh guru dan orang tua yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia.</p>
<p>Dalam sambutannya, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan rasa bangga karena Kota Makassar kembali dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kompetisi pendidikan tingkat nasional.</p>
<p>Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Makassar untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan menghadirkan berbagai kegiatan yang mendorong lahirnya generasi unggul.</p>
<p>&#8220;Kompetisi seperti ini bukan hanya menguji kemampuan akademik anak-anak, tetapi juga melatih konsentrasi, kedisiplinan, ketelitian, serta semangat berkompetisi secara sehat. Inilah investasi terbaik bagi masa depan bangsa,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Aliyah Mustika Ilham juga mengajak seluruh peserta untuk terus belajar dan tidak takut menghadapi kegagalan.</p>
<p>Menurutnya, kemenangan sejati bukan hanya tentang meraih piala, melainkan bagaimana setiap anak mampu menjadi pribadi yang lebih baik dari hari sebelumnya.</p>
<p>Ia turut mengapresiasi kehadiran para guru dan orang tua yang senantiasa mendampingi anak-anak selama mengikuti kompetisi.</p>
<p>Dukungan keluarga dan tenaga pendidik, katanya, menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.</p>
<p>Pemerintah Kota Makassar, lanjut Aliyah Mustika Ilham berkomitmen mendukung berbagai kegiatan yang mendorong inovasi dan pengembangan pendidikan.</p>
<p>Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk melahirkan sumber daya manusia yang mampu bersaing menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur UMC-UCMAS Indonesia, Diploma Engineering Iwan Sugiarto bersama Susanti Salim, S.H., Tim UMC-UCMAS Pusat, Ketua Pembina UCMAS National Competition 2026, Hj. A. Batari Toja Ansar, Ketua Panitia UCMAS National Competition 2026, Ludiati Bumbungan, S.T., para owner UCMAS dari berbagai daerah di luar Kota Makassar, jajaran Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru pembimbing, orang tua peserta, serta ratusan peserta UCMAS dari berbagai provinsi di Indonesia.(*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berkunjung ke Unhas, Kepala BRIN Uraikan Pentingnya Kolaborasi Riset dan Inovasi</title>
		<link>https://www.karebamakassar.com/5990/berkunjung-ke-unhas-kepala-brin-uraikan-pentingnya-kolaborasi-riset-dan-inovasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 10:05:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Berkunjung ke Unhas]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala BRIN Uraikan Pentingnya Kolaborasi Riset dan Inovasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.karebamakassar.com/?p=5990</guid>

					<description><![CDATA[KAREBAMAKASSAR.COM -– Indonesia memiliki ribuan hasil penelitian yang lahir setiap tahun dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset. Namun, tantangan terbesar saat ini bukan lagi menghasilkan riset, melainkan memastikan temuan-temuan tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat, menciptakan nilai tambah ekonomi, serta berkontribusi nyata terhadap pembangunan nasional dan daerah. Di tengah persaingan global yang semakin berbasis pengetahuan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KAREBAMAKASSAR.COM</strong> -– Indonesia memiliki ribuan hasil penelitian yang lahir setiap tahun dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset. Namun, tantangan terbesar saat ini bukan lagi menghasilkan riset, melainkan memastikan temuan-temuan tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat, menciptakan nilai tambah ekonomi, serta berkontribusi nyata terhadap pembangunan nasional dan daerah.</p>
<p>Di tengah persaingan global yang semakin berbasis pengetahuan, kekuatan suatu bangsa tidak lagi ditentukan semata oleh ketersediaan sumber daya alam, tetapi juga kemampuannya mengubah ilmu pengetahuan menjadi inovasi yang berdampak. Karena itu, penguatan ekosistem riset dan inovasi menjadi agenda strategis yang menentukan daya saing Indonesia di masa depan.</p>
<p>Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan lembaga riset menjadi kunci untuk mempercepat transformasi tersebut. Sinergi yang kuat diperlukan agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi mampu hadir sebagai solusi yang menjawab berbagai tantangan pembangunan dan kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Pandangan tersebut disampaikan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., yang menegaskan bahwa Indonesia tengah memasuki era pembangunan yang menempatkan inovasi sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pembangunan daerah tidak lagi bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam semata, melainkan harus didukung oleh penguatan kapasitas riset dan inovasi.</p>
<p>Sebagai penghela utama ekosistem riset dan inovasi nasional, BRIN terus mendorong peningkatan kualitas penelitian, percepatan hilirisasi hasil riset, serta penguatan kolaborasi multipihak. Upaya tersebut diarahkan untuk memastikan bahwa investasi pada riset dan pengembangan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pembangunan nasional maupun daerah.</p>
<p>Prof. Arif menilai, salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi Indonesia adalah kesenjangan antara hasil penelitian dengan kebutuhan pengguna. Banyak riset memiliki kualitas ilmiah yang baik, namun belum mampu menghasilkan dampak ekonomi dan sosial secara optimal karena belum memasuki tahap implementasi dan hilirisasi.</p>
<p>&#8220;Riset yang baik bukan hanya yang selesai dipublikasikan, tetapi yang mampu menyelesaikan persoalan nyata, menciptakan nilai tambah ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,&#8221; jelas Prof Arif.</p>
<p>Prof Arif juga menekankan pentingnya transformasi peran perguruan tinggi dalam ekosistem inovasi nasional. Menurutnya, kampus tidak cukup hanya menjadi institusi pendidikan yang menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga harus menjadi pusat lahirnya solusi dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri.</p>
<p>Untuk mendukung tujuan tersebut, BRIN menghadirkan berbagai program kolaboratif, mulai dari skema pendanaan riset, Degree by Research, magang riset mahasiswa, Research Assistant, hingga program mobilitas peneliti dan akademisi di tingkat internasional.</p>
<p>&#8220;Perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan pencetak talenta masa depan. Transformasi perguruan tinggi diperlukan, tidak hanya sekadar teaching university, namun perlu berkembang menjadi research university, dan pada akhirnya menjadi innovation university yang mampu menghasilkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat, industri, dan pemerintah,” tambah Prof Arif.</p>
<p>Secara keseluruhan, arah kebijakan BRIN menegaskan bahwa masa depan riset Indonesia sangat bergantung pada kekuatan kolaborasi multipihak, khususnya antara BRIN dan perguruan tinggi. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan talenta unggul, mempercepat hilirisasi inovasi, meningkatkan daya saing nasional, serta menjadikan riset dan inovasi sebagai fondasi utama pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.</p>
<p>Sejalan dengan pandangan tersebut, Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan, kemitraan antara Unhas dan BRIN terus berkembang secara produktif sejak tahun 2021. Berbagai kolaborasi telah terjalin pada bidang strategis, mulai dari arkeologi, biodiversitas, kemaritiman, kesehatan, hingga pengembangan material dan biomassa yang mendukung agenda ekonomi hijau dan bioekonomi nasional.</p>
<p>Menurut Prof JJ, secara strategis, BRIN dan Unhas memiliki visi yang sama untuk menjadikan riset sebagai instrumen pembangunan yang berdampak. Karena itu, target jangka panjang yang ingin dicapai adalah menjadikan Unhas sebagai simpul atau hub riset BRIN untuk kawasan Indonesia Timur, sehingga mampu menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan hilirisasi teknologi yang berkontribusi terhadap pembangunan nasional.</p>
<p>Rencana pembentukan BRIN Unhas Innovation Center (BRIONIC) menjadi langkah lanjutan yang sangat penting dalam memperkuat kolaborasi tersebut. Kehadiran pusat inovasi ini diharapkan mampu mengintegrasikan riset, inovasi, industri, dan kewirausahaan berbasis teknologi dalam satu ekosistem yang mendukung lahirnya solusi-solusi inovatif untuk menjawab tantangan pembangunan Indonesia, khususnya di kawasan timur.</p>
<p>&#8220;Kami berharap BRIONIC dapat menjadi katalisator kolaborasi riset dan inovasi di Indonesia Timur, mempertemukan kekuatan akademik, riset, industri, dan pemerintah dalam menghasilkan solusi yang berdampak bagi masyarakat,” jelas Prof JJ.</p>
<p>Gagasan dan komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan BRIN Goes to Campus yang berlangsung di Aula Arsjad Rasyid, Kampus Unhas, Senin (08/06). Mengangkat tema “Arah Kebijakan Riset Nasional dalam Mendukung Pembangunan Daerah yang Berdampak”, kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis antara BRIN dan sivitas akademika Unhas untuk memperkuat sinergi riset, inovasi, dan hilirisasi teknologi sebagai pondasi pembangunan Indonesia. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Unhas Jadi Titik Temu Peneliti Dunia Bahas Tata Kelola Sumber Daya Berkelanjutan</title>
		<link>https://www.karebamakassar.com/5987/unhas-jadi-titik-temu-peneliti-dunia-bahas-tata-kelola-sumber-daya-berkelanjutan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 09:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Unhas Jadi Titik Temu Peneliti Dunia Bahas Tata Kelola Sumber Daya Berkelanjutan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.karebamakassar.com/?p=5987</guid>

					<description><![CDATA[KAREBAMAKASSAR.COM &#8212; Ketika tekanan terhadap hutan, wilayah pesisir, dan sumber daya alam semakin meningkat, pertanyaan besar yang dihadapi banyak negara menjadi semakin relevan: bagaimana menjaga sumber daya yang digunakan bersama agar tetap lestari sekaligus mampu menopang kehidupan masyarakat? Pertanyaan inilah yang menjadi benang merah pertemuan para akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai negara, termasuk Australia, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KAREBAMAKASSAR.COM</strong> &#8212; Ketika tekanan terhadap hutan, wilayah pesisir, dan sumber daya alam semakin meningkat, pertanyaan besar yang dihadapi banyak negara menjadi semakin relevan: bagaimana menjaga sumber daya yang digunakan bersama agar tetap lestari sekaligus mampu menopang kehidupan masyarakat?</p>
<p>Pertanyaan inilah yang menjadi benang merah pertemuan para akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai negara, termasuk Australia, Amerika Serikat, dan Belanda, dengan Rektor Universitas Hasanuddin di Ruang Rapat Rektor Lantai 8 Gedung Rektorat Unhas, Senin (8/6).</p>
<p>Audiensi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju Pre-Conference International Association for the Study of the Commons (IASC) 2027 dan Joint Field School University of Hawai‘i, yang akan mempertemukan para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu untuk mengkaji isu-isu pengelolaan sumber daya bersama (the commons).</p>
<p>Delegasi yang hadir berasal dari berbagai institusi, antara lain Universitas Hasanuddin, IPB University, Universitas Gadjah Mada, Universitas Mataram, University of Hawai‘i, serta sejumlah lembaga dan organisasi mitra lainnya. Dalam pertemuan tersebut, para delegasi menyampaikan perkembangan persiapan 21st IASC Biennial Conference yang direncanakan berlangsung di Sulawesi Selatan pada 21–25 Juni 2027.</p>
<p>Dosen Fakultas Kehutanan Unhas, Prof. Dr. Forest. Muhammad Alif K. Sahide, S.Hut., M.Si., yang turut mendampingi delegasi menjelaskan bahwa kajian mengenai commons tidak hanya berbicara tentang hutan. Konsep ini mencakup berbagai sumber daya yang digunakan dan dikelola secara kolektif oleh masyarakat, mulai dari kawasan mangrove, perairan pesisir, hingga aspek kesehatan dan kehidupan sosial masyarakat.</p>
<p>“Karena itu, konferensi ini tidak berfokus pada satu bidang ilmu tertentu. Kami mempertemukan berbagai perspektif untuk memahami hubungan antara manusia, lingkungan, dan sumber daya yang mereka kelola bersama,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Prof. Alif, Sulawesi Selatan dipandang sebagai lokasi yang strategis karena menyimpan keragaman ekosistem sekaligus praktik pengelolaan sumber daya berbasis masyarakat yang menjadi perhatian komunitas akademik internasional. Selain konferensi ilmiah, peserta juga akan mengikuti kegiatan lapangan untuk mengamati langsung berbagai praktik tersebut.</p>
<p>Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menyambut baik rencana penyelenggaraan konferensi tersebut. Ia menilai isu pengelolaan sumber daya bersama semakin penting di tengah tantangan perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan kebutuhan pembangunan yang berkelanjutan.</p>
<p>“Tema ini sangat relevan dengan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini. Universitas memiliki peran penting dalam menghadirkan ilmu pengetahuan yang dapat menjembatani kebutuhan konservasi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Prof. JJ.</p>
<p>Lebih lanjut, Prof. JJ menegaskan komitmen Unhas untuk mendukung pelaksanaan konferensi sekaligus mendorong keterlibatan para dosen dan peneliti dalam berbagai agenda kolaborasi yang akan dikembangkan.</p>
<p>Bagi Unhas IASC 2027 tidak hanya menjadi forum akademik internasional, tetapi juga kesempatan memperkenalkan Sulawesi Selatan sebagai laboratorium pembelajaran global dalam pengelolaan sumber daya bersama. Di tengah berbagai tantangan lingkungan, kolaborasi lintas negara dan disiplin ilmu menjadi kunci untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat dan alam.</p>
<p>IASC Biennial Conference merupakan konferensi dua tahunan yang diselenggarakan oleh International Association for the Study of the Commons (IASC), sebuah asosiasi internasional yang berfokus pada studi tata kelola dan pengelolaan sumber daya milik bersama (the commons). Informasi lebih lanjut mengenai IASC 2027 dapat dilihat di https://2027.iasc-commons.org (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gandeng Sekolah Swasta Saat SPBM, Pemkot Makassar Biayai Siswa Tak Tertampung di Sekolah Negeri</title>
		<link>https://www.karebamakassar.com/5956/gandeng-sekolah-swasta-saat-spbm-pemkot-makassar-biayai-siswa-tak-tertampung-di-sekolah-negeri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 06:28:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Gandeng Sekolah Swasta Saat SPBM]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Makassar Biayai Siswa Tak Tertampung di Sekolah Negeri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.karebamakassar.com/?p=5956</guid>

					<description><![CDATA[KAREBAMAKASSAR.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya penguatan etika, adab, dan penghormatan kepada orang tua melalui pendidikan berbasis kearifan lokal. Menurutnya, kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan akhlak generasi muda. Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri kegiatan Celebration 2026 bertema &#8220;Symphony of Gratitude, Honoring Alamanda Memories and New Beginnings&#8221; yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KAREBAMAKASSAR.COM</strong> — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya penguatan etika, adab, dan penghormatan kepada orang tua melalui pendidikan berbasis kearifan lokal.</p>
<p>Menurutnya, kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan akhlak generasi muda.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri kegiatan Celebration 2026 bertema &#8220;Symphony of Gratitude, Honoring Alamanda Memories and New Beginnings&#8221; yang diselenggarakan Bosowa School Makassar di Hotel Aryaduta Makassar, Sabtu (6/6/2026).</p>
<p>Dalam sambutannya, Munafri menilai kurikulum berbasis budaya lokal sangat efektif dalam membentuk karakter anak karena mengajarkan nilai-nilai moral melalui norma, bahasa, dan tradisi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.</p>
<p>&#8220;Kita ingin memastikan anak-anak kita tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki adab dan etika yang baik,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Bagaimana mereka menghargai orang yang lebih tua, memahami makna kata &#8216;tabe&#8217;, serta menjaga sopan santun dalam kehidupan sehari-hari,&#8221; sambung politisi Golkar itu.</p>
<p>Lebih lanjut, orang nomor satu Kota Makassar itu mengungkapkan Pemerintah Kota saat ini tengah melakukan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum pendidikan dasar melalui Dinas Pendidikan.</p>
<p>Salah satu fokusnya adalah memperkuat pendidikan karakter, budi pekerti, akhlak, serta menambah porsi pembelajaran agama di sekolah.</p>
<p>Lanjut dia, perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi yang semakin pesat menuntut peran lebih besar dari keluarga dan sekolah dalam membimbing anak-anak.</p>
<p>&#8220;Jangan hanya mendidik anak-anak dari sisi kecerdasannya, tetapi bangun juga ketakwaannya. Percuma anak-anak itu pintar kalau adabnya hilang. Ini yang harus kita jaga bersama,&#8221; terang Appi.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, mantan CEO PSM ini juga mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan anak.</p>
<p>Ia menilai sekolah hanya berperan sebagian dalam pembentukan karakter, sementara peran terbesar tetap berada di lingkungan keluarga.</p>
<p>&#8220;Sekolah mungkin hanya 20 sampai 30 persen, selebihnya ada di rumah. Orang tua harus terus belajar memahami dunia anak-anaknya, membangun komunikasi yang baik, serta mengawasi berbagai tantangan yang mereka hadapi di era digital saat ini,&#8221; imbuh Wali Kota.</p>
<p>Selain menekankan pada pendidikan karakter, Munafri juga menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap anak di Kota Makassar memperoleh akses pendidikan yang layak tanpa terkendala faktor ekonomi.</p>
<p>Dalam forum tersebut, Appi kembali meminta Bosowa School Makassar menyediakan sejumlah kuota bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar dapat menikmati pendidikan berkualitas, pada SPMB 2026.</p>
<p>&#8220;Saya sudah meminta kepada Bosowa School dan sejumlah sekolah swasta lainnya agar menyiapkan beberapa bangku untuk anak-anak yang kurang beruntung. Mereka juga memiliki mimpi yang sama untuk mendapatkan pendidikan terbaik,&#8221; seruan Munafri.</p>
<p>Ketua Golkar Makassar itu mengatakan, banyak anak dari keluarga kurang mampu yang hanya bisa memandang sekolah-sekolah unggulan dari luar pagar sekolah, meskipun memiliki cita-cita dan potensi yang besar.</p>
<p>Karena itu, Pemerintah Kota Makassar terus membangun kerja sama dengan sekolah-sekolah swasta guna memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.</p>
<p>Pada proses penerimaan peserta didik baru tahun 2026, Pemkot Makassar juga menyiapkan skema pembiayaan bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri untuk dapat bersekolah di sekolah swasta mitra.</p>
<p>&#8220;Seluruh proses pembiayaan akan ditanggung pemerintah daerah, ini bentuk komitmen kami agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Munafri menyebut sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat menjadi fokus utama pembangunan Kota Makassar.</p>
<p>Pemerintah kota terus berupaya meningkatkan kualitas layanan publik, termasuk memberikan insentif tambahan bagi tenaga pengajar dan tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah kepulauan.</p>
<p>Menutup sambutannya, Munafri berharap Bosowa School tidak hanya berkontribusi dalam mencetak lulusan yang unggul, tetapi juga hadir memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui berbagai program sosial dan pendidikan.</p>
<p>Dia juga memberikan pesan kepada para siswa yang menyelesaikan pendidikannya agar terus belajar dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.</p>
<p>&#8220;Ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi awal dari perjalanan baru yang akan menentukan arah hidup dan cita-cita kalian. Teruslah belajar, jaga akhlak, dan jadilah generasi yang cerdas, berkarakter,&#8221; tutup Munafri. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Wawasan Lingkungan, SDN Pampang Gelar Outing Class ke Gowa</title>
		<link>https://www.karebamakassar.com/5941/tingkatkan-wawasan-lingkungan-sdn-pampang-gelar-outing-class-ke-gowa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 07:06:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[SDN Pampang Gelar Outing Class ke Gowa]]></category>
		<category><![CDATA[Tingkatkan Wawasan Lingkungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.karebamakassar.com/?p=5941</guid>

					<description><![CDATA[KAREBAMAKASSAR.COM &#8212; Gowa, UPT SPF SDN Pampang menggelar kegiatan _Outing Class_ bagi para siswanya pada Rabu, 3 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung di luar kelas dengan mengunjungi tiga lokasi edukatif di Kabupaten Gowa. Kegiatan diawali pukul 07.00 WITA dengan seluruh peserta berkumpul di halaman UPT SPF SDN Pampang. Sebelum berangkat, siswa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KAREBAMAKASSAR.COM</strong> &#8212; Gowa, UPT SPF SDN Pampang menggelar kegiatan _Outing Class_ bagi para siswanya pada Rabu, 3 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung di luar kelas dengan mengunjungi tiga lokasi edukatif di Kabupaten Gowa.</p>
<p>Kegiatan diawali pukul 07.00 WITA dengan seluruh peserta berkumpul di halaman UPT SPF SDN Pampang. Sebelum berangkat, siswa memindahkan bekal dari ompreng ke wadah masing-masing untuk memudahkan saat makan siang.</p>
<p>Rombongan kemudian bertolak menuju lokasi pertama, yakni Dinas Pertanian dan Perikanan Batangkaluku, Kabupaten Gowa. Pukul 08.15 – 09.15 WITA, siswa mengikuti kunjungan edukasi seputar dunia pertanian dan perikanan. Mereka belajar langsung tentang proses pembibitan tanaman dan budidaya ikan dari para petugas dinas.</p>
<p>Perjalanan dilanjutkan ke Bili-Bili Water Education Corner. Pada pukul 10.00 – 12.00 WITA, siswa melakukan kegiatan edukasi dan observasi mengenai pengelolaan sumber daya air di kawasan Bendungan Bili-Bili. Materi yang diberikan menekankan pentingnya menjaga kelestarian air bersih dan lingkungan.</p>
<p>Usai sesi edukasi, rombongan menuju Permandian Dewi Sri. Kegiatan Ishoma (Istirahat, Shalat, dan Makan Siang) dilaksanakan pukul 12.30 – 13.00 WITA. Sesi siang hingga sore pukul 13.00 – 17.00 WITA diisi dengan rekreasi, permainan edukatif, dan kegiatan kebersamaan untuk mempererat hubungan antar siswa dan guru.</p>
<p>Kepala UPT SPF SDN Pampang , Bhakti Pandi Hasin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi pembelajaran kontekstual. &#8220;Anak-anak tidak hanya belajar teori di kelas, tapi juga melihat langsung bagaimana ilmu itu diterapkan. Harapannya mereka lebih peduli lingkungan dan menghargai sumber daya alam,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kegiatan ditutup pukul 17.00 WITA dengan persiapan pulang. Rombongan tiba kembali di SDN Pampang dengan selamat.(*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FK Unhas dan FK Untad Matangkan Pembimbingan Mahasiswa Doktor demi Penguatan Riset Kesehatan</title>
		<link>https://www.karebamakassar.com/5934/fk-unhas-dan-fk-untad-matangkan-pembimbingan-mahasiswa-doktor-demi-penguatan-riset-kesehatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 11:12:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[FK Unhas dan FK Untad Matangkan Pembimbingan Mahasiswa Doktor demi Penguatan Riset Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.karebamakassar.com/?p=5934</guid>

					<description><![CDATA[KAREBAMAKASSAR.COM – Komitmen untuk memperkuat kualitas pendidikan doktoral dan pengembangan riset kesehatan terus diperkuat melalui kolaborasi antarinstitusi. Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) menerima kunjungan koordinasi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (FK Untad) sebagai tindak lanjut implementasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam pengembangan pendidikan doktoral. Pertemuan yang berlangsung pada Selasa (2/6) di Ruang Senat FK Unhas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KAREBAMAKASSAR.COM</strong> – Komitmen untuk memperkuat kualitas pendidikan doktoral dan pengembangan riset kesehatan terus diperkuat melalui kolaborasi antarinstitusi. Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) menerima kunjungan koordinasi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (FK Untad) sebagai tindak lanjut implementasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam pengembangan pendidikan doktoral.</p>
<p>Pertemuan yang berlangsung pada Selasa (2/6) di Ruang Senat FK Unhas tersebut difokuskan pada koordinasi pembimbingan akademik mahasiswa doktor. Kegiatan dihadiri Dekan FK Unhas, Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid, M.Kes., Sp.PD-KGH., Sp.GK., FINASIM, bersama jajaran pimpinan fakultas, serta delegasi FK Untad yang dipimpin dr. Reny A. Lamadjido, M.Kes., Sp.PK., didampingi dr. Gina Andyka Hutasoit, M.Biomed., Sp.PA. dan dr. Budi Dharmono Tulaka, Sp.PD..</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Dekan FK Unhas Prof Haerani menekankan bahwa kerja sama akademik tidak hanya memperluas jejaring kelembagaan, tetapi menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan produktivitas riset kesehatan.</p>
<p>&#8220;Pendidikan doktoral harus mampu melahirkan peneliti yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan kesehatan melalui riset yang berkualitas. Karena itu, kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk saling memperkuat kapasitas dan pengalaman akademik,&#8221; jelas Prof Haerani.</p>
<p>Menurutnya, keberhasilan pendidikan doktoral sangat ditentukan oleh ekosistem akademik yang mendukung, termasuk proses pembimbingan yang terarah dan selaras dengan kompetensi keilmuan mahasiswa.</p>
<p>Delegasi FK Untad, dr. Reny, yang juga Wakil Gubernur Sulawesi Tengah menyampaikan, kunjungan yang dilakukan menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kedua institusi sekaligus memastikan proses pembimbingan mahasiswa doktor yang sedang menempuh studi di FK Unhas berjalan secara optimal.</p>
<p>dr. Reny juga menyampaikan apresiasi atas komitmen FK Unhas dalam mendukung pengembangan kapasitas akademik dosen dan tenaga kesehatan melalui pendidikan doktoral.</p>
<p>&#8220;Kemitraan ini menjadi investasi penting dalam pengembangan sumber daya manusia kesehatan. Kami berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat sehingga menghasilkan lulusan doktor yang memiliki kapasitas akademik, kemampuan riset, dan kontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan di daerah maupun tingkat nasional,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Pada sesi diskusi akademik, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK Unhas, Prof. dr. Agussalim Bukhari, M.Clin.Med., Ph.D., Sp.GK(K) memaparkan pelaksanaan pendidikan doktoral di FK Unhas, termasuk strategi penguatan kapasitas akademik mahasiswa dan sistem pendampingan selama masa studi.</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran FK Unhas, Dr. dr. Risna Halim Mubin, Sp.PD., K-PTI, menjelaskan mekanisme pembimbingan, penetapan promotor dan ko-promotor, serta penyesuaian pembimbing sesuai bidang minat penelitian mahasiswa.</p>
<p>Melalui pertemuan ini, FK Unhas dan FK Untad menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan pendidikan doktoral yang kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada penguatan riset. Sinergi yang dibangun diharapkan dapat mendukung lahirnya inovasi dan sumber daya manusia kesehatan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan kesehatan Indonesia. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
