KAREBAMAKASSAR.COM — Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) menutup tahun 2024 dengan menegaskan komitmen untuk menghadirkan sentuhan baru di dunia telekomunikasi dengan memadukan kecerdasan artifisial (AI) dan interaksi personal dalam setiap layanannya. Salah satu produk layanan yang menggunakan AI dalam operasionalnya adalah IM3 PLATINUM.
IM3 PLATINUM mengusung konsep “Simple, Next Level” yang dirancang untuk pelanggan yang siap melampaui batas dan mengejar ambisi mencapai level lebih tinggi, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Lebih dari sekadar meningkatkan pengalaman pelanggan, Indosat menghadirkan terobosan produk dengan mengintegrasikan AI ke dalam operasional jaringannya, memastikan konektivitas unggul dan layanan terbaik di seluruh Indonesia.
Sebagai bagian dari transformasi ini, Indosat menjalin kemitraan strategis dengan Nokia untuk memperluas jaringan 4G dan 5G, memanfaatkan optimasi berbasis AI guna meningkatkan cakupan dan efisiensi. Didukung teknologi radio multiband dan solusi baseband dari Nokia, Indosat menghadirkan jaringan yang lebih cerdas dan adaptif, memperkuat komitmennya dalam memanfaatkan teknologi AI terkini untuk menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia.
Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan bahwa Indosat tidak hanya fokus memperluas jaringan, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia unggul untuk masa depan. Berkolaborasi dengan UiPath, Indosat memiliki target memberdayakan 100.000 orang Indonesia dengan keterampilan otomasi hingga 2027, membekali mereka dengan pengetahuan yang dibutuhkan untuk berkompetisi di era ekonomi digital berbasis AI.
Inisiatif ini menjadi bukti nyata misi besar Indosat dalam mendorong transformasi digital dan menciptakan talenta muda yang siap bersaing di era AI. Transformasi berbasis AI ini didukung oleh investasi yang signifikan. Pada 2024, belanja modal (Capex) Indosat mencapai Rp9,937 triliun, dengan 82,7 persen dialokasikan untuk peningkatan jaringan seluler guna memenuhi kebutuhan yang terus meningkat terhadap layanan digital berbasis AI. Sisa belanja modal dialokasikan untuk MIDI dan IT demi memperkokoh posisi Indosat sebagai perusahaan telekomunikasi berbasis AI (AI-Native TelCo).
” Dengan mengintegrasikan AI di setiap lini operasional dan menjalin kolaborasi yang berakar pada semangat gotong royong, semakin cepat kami mencapai tujuan besar Indosat untuk memberdayakan Indonesia,” ujar Vikram Sinha. Peningkatan infrastruktur telekomunikasi di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua (MAPA) mendukung percepatan transformasi digital di Indonesia Timur dan daerah-daerah terpencil di wilayah tersebut. Jumlah penambahan BTS 4G di region Kalimantan meningkat 13 persen, region Sulawesi 16 persen, dan region MAPA 304 persen.
Pertumbuhan positif ini juga berdampak pada penambahan jumlah pelanggan di masing-masing region tersebut, di antaranya Kalimantan tumbuh sebesar 2,7 persen, Sulawesi 9,4 persen, dan MAPA berkontribusi dengan lonjakan tertinggi se-Indonesia yakni 12,4 persen. Pertumbuhan ini mencerminkan komitmen Indosat dalam memperkuat infrastruktur digital di seluruh Indonesia hingga pelosok untuk mendukung pemerataan akses internet, dan mempercepat proses transformasi digital di seluruh wilayah tanah air. (*)



